Ku ingin lepas,
seperti burung yang terbang bebas
Berlari kencang,
seperti kuda liar di tanah lapang
Berteriak keras,
seperti singa yang mengaum buas
Tidak terkekang, tanpa penghalang, layaknya si Bolang
Gagah berani bak rajawali,
tetap disegani meski sendiri
Terkadang aku bingung,
sebenarnya kebahagiaan dan hidup seperti apa yang aku cari?
Aku layaknya kapal nelayan
yang menembus angin, menerjang ombak,
tanpa sekalipun tahu kapan sampai ke tepian
Senin, 20 November 2017
Rabu, 22 Maret 2017
Republik Rindu
Aku rindu
Akan segala hal yang telah berlalu
Entah itu tempat, peristiwa atau bahkan kamu
Ku ingin kembali
Biarpun sekali,
atau pun berkali"
Untuk merasakan kembali,
hal-hal yang telah kulalui
Ku jenuh
Ku penat
Ku sepi
Merasa sendiri
Dengan keadaan yang sekarang tengah terjadi
Ku rindu kawan-kawanku
Ku rindu orang tuaku
Ku rindu suasana waktu dulu
Yang membuatku nyaman dan senang hidup di bumi ini
Entah kemana ku mengadu,
yang jelas ini pilu
Akan segala hal yang telah berlalu
Entah itu tempat, peristiwa atau bahkan kamu
Ku ingin kembali
Biarpun sekali,
atau pun berkali"
Untuk merasakan kembali,
hal-hal yang telah kulalui
Ku jenuh
Ku penat
Ku sepi
Merasa sendiri
Dengan keadaan yang sekarang tengah terjadi
Ku rindu kawan-kawanku
Ku rindu orang tuaku
Ku rindu suasana waktu dulu
Yang membuatku nyaman dan senang hidup di bumi ini
Entah kemana ku mengadu,
yang jelas ini pilu
Sabtu, 07 Januari 2017
Keduluan
Entah aku yang kalah start,
atau memang aku yang datang terlambat
Entah mana yang lebih tepat
Mendadak semua terasa berat,
seolah di luar daya Ku untuk menanggungnya
Bertemankan langit malam, yang kemarin baru saja hujan
Oh, Tuhan, mengapa malam ini tidak hujan?
Hamba butuh teman, dalam tangis hamba yang penuh rintihan
Mungkin memang ini rencanaMu?
Aku tak tahu
Ingin aku tetap mendekatimu, tapi aku ragu
Dikarenakan kamu sudah ada yang punya
Tapi tenang lah, aku hargai keputusanmu itu
Tetaplah disana, sampai tiba waktunya
Mudah-mudahan, kalau memang ditakdirkan, kita bisa bersama
Malam ini, doa itu aku panjatkan, khusus untukmu, wanita yang kumaui
Maaf kalau aku tiba-tiba hilang, bukan mauku untuk begitu
Itu semua semata-mata untuk menghargai pasanganmu saat ini. Ya, saat ini
Saat ini bersamamu, belum tentu di hari-hari esok masih bersamamu juga, bukan?
Tenang saja,
karena itu satu-satunya cara untuk tetap tenang
Iya, kan?
Jangan kuatir
Percayalah, sayang,
selagi kawan-kawan Ku masih berpijak dan ada di dunia ini,
aku akan tetap senang dan bahagia di bumi ini
atau memang aku yang datang terlambat
Entah mana yang lebih tepat
Mendadak semua terasa berat,
seolah di luar daya Ku untuk menanggungnya
Bertemankan langit malam, yang kemarin baru saja hujan
Oh, Tuhan, mengapa malam ini tidak hujan?
Hamba butuh teman, dalam tangis hamba yang penuh rintihan
Mungkin memang ini rencanaMu?
Aku tak tahu
Ingin aku tetap mendekatimu, tapi aku ragu
Dikarenakan kamu sudah ada yang punya
Tapi tenang lah, aku hargai keputusanmu itu
Tetaplah disana, sampai tiba waktunya
Mudah-mudahan, kalau memang ditakdirkan, kita bisa bersama
Malam ini, doa itu aku panjatkan, khusus untukmu, wanita yang kumaui
Maaf kalau aku tiba-tiba hilang, bukan mauku untuk begitu
Itu semua semata-mata untuk menghargai pasanganmu saat ini. Ya, saat ini
Saat ini bersamamu, belum tentu di hari-hari esok masih bersamamu juga, bukan?
Tenang saja,
karena itu satu-satunya cara untuk tetap tenang
Iya, kan?
Jangan kuatir
Percayalah, sayang,
selagi kawan-kawan Ku masih berpijak dan ada di dunia ini,
aku akan tetap senang dan bahagia di bumi ini