Kamu mau apa?
Berkelliling kota naik delman,
atau sekedar jalan kaki di taman?
Atau mungkin kamu ingin minum?
Es teh manis, apa jus alpukat?
Atau mau kubawakan roti bakar? Barangkali kau lapar
Atau barangkali kamu mau nongkrong?
Dimana?
Warkop? Apa angkringan pinggir jalan?
Sembari mendengar nyanyian dari para musisi jalanan
Silahkan, tinggal pilih sesuai keinginan
Bukankah itu sudah lebih dari cukup?
Merasakan kebersamaan di dalam kesederhanaan yang terbalut dalam rasa nyaman,
di tengah" gemerlapnya dunia yang kini hanya mengukur kebahagiaan dari segi materi dan besarnya nominal?
Kamis, 01 Maret 2018
Jumat, 05 Januari 2018
Kala Itu... dan Kelak Nanti
Kau bukan apa-apa,
kau hanyalah setitik di tengah" dunia
Yang di kala malam tetap terjaga,
melakukan hal yang sia-sia
Kupanggil kau sampah,
karena takut neraka,
tapi masih nyaman jadi pendosa
Mencari kebahagiaan fana
yang membuatNya murka
Sebatas di mulut,
jarang sampai ke pengamalan
Hanya sebatas niat dan ucapan
Terlahir hina? Bukan masalah
Mati dalam keadaan hina? Itu baru masalah
Teruslah berjuang, sayang. Sampai tiba waktunya untuk pulang
Jadi, sampai kapan? Tidakkah kau mulai bosan?
kau hanyalah setitik di tengah" dunia
Yang di kala malam tetap terjaga,
melakukan hal yang sia-sia
Kupanggil kau sampah,
karena takut neraka,
tapi masih nyaman jadi pendosa
Mencari kebahagiaan fana
yang membuatNya murka
Sebatas di mulut,
jarang sampai ke pengamalan
Hanya sebatas niat dan ucapan
Terlahir hina? Bukan masalah
Mati dalam keadaan hina? Itu baru masalah
Teruslah berjuang, sayang. Sampai tiba waktunya untuk pulang
Jadi, sampai kapan? Tidakkah kau mulai bosan?
Langganan:
Postingan (Atom)