Kamis, 01 Maret 2018

Seadanya

Kamu mau apa?
Berkelliling kota naik delman,
atau sekedar jalan kaki di taman?

Atau mungkin kamu ingin minum?
Es teh manis, apa jus alpukat?
Atau mau kubawakan roti bakar? Barangkali kau lapar

Atau barangkali kamu mau nongkrong? 
Dimana?
Warkop? Apa angkringan pinggir jalan?
Sembari mendengar nyanyian dari para musisi jalanan
Silahkan, tinggal pilih sesuai keinginan

Bukankah itu sudah lebih dari cukup? 
Merasakan kebersamaan di dalam kesederhanaan yang terbalut dalam rasa nyaman,
di tengah" gemerlapnya dunia yang kini hanya mengukur kebahagiaan dari segi materi dan besarnya nominal?

Jumat, 05 Januari 2018

Kala Itu... dan Kelak Nanti

Kau bukan apa-apa,
kau hanyalah setitik di tengah" dunia
Yang di kala malam tetap terjaga,
melakukan hal yang sia-sia

Kupanggil kau sampah,
karena takut neraka,
tapi masih nyaman jadi pendosa
Mencari kebahagiaan fana
yang membuatNya murka

Sebatas di mulut,
jarang sampai ke pengamalan
Hanya sebatas niat dan ucapan

Terlahir hina? Bukan masalah
Mati dalam keadaan hina? Itu baru masalah

Teruslah berjuang, sayang. Sampai tiba waktunya untuk pulang

Jadi, sampai kapan? Tidakkah kau mulai bosan?

Senin, 20 November 2017

Pencarian

Ku ingin lepas,
seperti burung yang terbang bebas

Berlari kencang,
seperti kuda liar di tanah lapang

Berteriak keras,
seperti singa yang mengaum buas

Tidak terkekang, tanpa penghalang, layaknya si Bolang

Gagah berani bak rajawali,
tetap disegani meski sendiri

Terkadang aku bingung,
sebenarnya kebahagiaan dan hidup seperti apa yang aku cari?

Aku layaknya kapal nelayan
yang menembus angin, menerjang ombak,
tanpa sekalipun tahu kapan sampai ke tepian

Rabu, 22 Maret 2017

Republik Rindu

Aku rindu
Akan segala hal yang telah berlalu
Entah itu tempat, peristiwa atau bahkan kamu

Ku ingin kembali
Biarpun sekali,
atau pun berkali"
Untuk merasakan kembali,
hal-hal yang telah kulalui

Ku jenuh
Ku penat
Ku sepi
Merasa sendiri
Dengan keadaan yang sekarang tengah terjadi

Ku rindu kawan-kawanku
Ku rindu orang tuaku
Ku rindu suasana waktu dulu
Yang membuatku nyaman dan senang hidup di bumi ini

Entah kemana ku mengadu,
yang jelas ini pilu

Sabtu, 07 Januari 2017

Keduluan

Entah aku yang kalah start,
atau memang aku yang datang terlambat
Entah mana yang lebih tepat

Mendadak semua terasa berat,
seolah di luar daya Ku untuk menanggungnya

Bertemankan langit malam, yang kemarin baru saja hujan
Oh, Tuhan, mengapa malam ini tidak hujan?
Hamba butuh teman, dalam tangis hamba yang penuh rintihan

Mungkin memang ini rencanaMu?
Aku tak tahu

Ingin aku tetap mendekatimu, tapi aku ragu
Dikarenakan kamu sudah ada yang punya
Tapi tenang lah, aku hargai keputusanmu itu

Tetaplah disana, sampai tiba waktunya
Mudah-mudahan, kalau memang ditakdirkan, kita bisa bersama

Malam ini, doa itu aku panjatkan, khusus untukmu, wanita yang kumaui

Maaf kalau aku tiba-tiba hilang, bukan mauku untuk begitu
Itu semua semata-mata untuk menghargai pasanganmu saat ini. Ya, saat ini

Saat ini bersamamu, belum tentu di hari-hari esok masih bersamamu juga, bukan?

Tenang saja,
karena itu satu-satunya cara untuk tetap tenang
Iya, kan?

Jangan kuatir
Percayalah, sayang,
selagi kawan-kawan Ku masih berpijak dan ada di dunia ini,
aku akan tetap senang dan bahagia di bumi ini

Kamis, 29 Desember 2016

2Ø16

Gak berasa tahun 2016 udah mau cabs. Ada benernya kata orang", waktu lewat gak berasa, cepet banget. Dan di tahun 2016 ini juga banyak banget kejadian" penting yang terjadi dan merubah hidup gue. Sudah banyak cerita yang gue ukir di tahun 2016 ini, baik susah maupun senang, suka maupun duka.

Di tahun ini gue lulus dari bangku SMP, dan alhamdulillah masih bisa ngelanjutin di bangku SMA. Selangkah lebih maju lagi untuk mulai memasuki kehidupan yang lebih sulit dari sebelumnya.

Di tahun ini juga gue mulai lebih bisa membaur dan akrab dengan kawan" gue, gue mulai yang namanya sering keluar rumah untuk mencari kesenangan di dunia luar. Yang tiap pulang sekolah gak langsung pulang, dan tiap hari Jum'at serta weekend pasti bakalan jarang banget ngedokem di rumah.
     Bagi gue yang setelah lulus SMP ini, hari Jum'at menjadi hari yang paling gue tunggu", karena udah menjadi rutinitas bagi gue dan kawan" SMP gue untuk ngumpul bareng, karena gue sama kawan" gue yang dulunya akrab ini pada beda sekolah. Jadi, hari Jum'at seolah menjadi hari yang suci dan penuh kesenangan bagi gue dan kawan" gue. Walaupun sebelumnya harus berhadapan dulu sama mapel fisika di sekolah, hehehe.

Dan 2016 juga sekaligus menjadi tahun yang penuh kehilangan bagi gue. Mulai dari hilangnya topi LEA pemberian bokap gue, sampai meninggalnya beliau di tanggal 6 Agustus 2016. Gue gak tau apa yang gue rasa ketika beliau berpulang kepadaNya, gue juga gak tau apa yang mesti gue perbuat selain menangisi kepergiannya, dipenuhi dengan rasa sesal karena masih belum bisa memberikan yang terbaik kepada beliau. Gue cuma bisa berharap beliau udah tenang disana, dan tanpa lupa selalu memanjatkan doa untuknya.
     Tapi mau sepahit apapun keadaan yang menghantam hidup gue, hidup harus terus berjalan. Semua ini belum berakhir, masih ada harapan untuk hari esok yang lebih baik. Gue pun perlahan mulai bisa mengikhlaskan beliau, berkat semua bantuan yang Allah kirimkan kepada gue dalam bentuk keluarga, kerabat hingga sahabat. Puji syukur alhamdulillah kehadiratNya.

Dan, 2017 sudah ada di depan mata. Tinggal hitungan hari untuk sampai di 2017. Dan seperti layaknya orang kebanyakan, gue berharap tahun 2017 adalah tahun yang sudah pasti harus lebih baik dari 2016. Gak ada resolusi atau pun harapan khusus untuk mencapai suatu target di 2017, gue cuma ingin di tahun 2017 gue selalu bisa menikmati hari" yang akan gue jalani, menjadi yang tertawa paling keras dengan teman" dalam rangka membahagiakan diri kami masing".

Dan terima kasih 2016, atas segala hal yang telah terjadi di tahun ini. Terima kasih atas semua kesenangan, kesedihan, haru, tawa hingga air mata. Tak ku sesali segala hal yang telah terjadi di tahun ini, karena yang ada hanyalah hal yang layak dan patut untuk disyukuri.

Sekali lagi, terima kasih, 2016, dengan segala hal yang ada di dalamnya. Terima kasih. 😊

Jumat, 07 Oktober 2016

Tenang Saja

Hei! Kau yang biasa keluar masuk dalam pikiranku tanpa permisi!
Iya! Kau!
Yang selalu hadir dengan tiba - tiba, tanpa pernah bilang terlebih dahulu
Sehingga ku tak bisa menyuguhimu sekedar teh manis hangat dan setoples kue kering 

Kau tahu apa perbedaanmu dengan malam?
Malam itu dingin, sunyi dan sepi, tetapi memberikan ketenangan dan kenyamanan
Kalau kau, hanya dingin dan memberikanku rasa sepi
Lagipula, kau juga tidak bisa kunikmati walaupun sudah dihayati

Namun, kau sama halnya dengan fisika
Sama - sama rumit dan sulit untuk dimengerti!
Berapa KKM agar bisa lulus dalam mata pelajaran mencintaimu?
70? 75? Ah, ketinggian! 
Kurasa juga bila aku dapat tuntas, kau akan tetap mengikut sertakan ku dalam remedial

Bolehkah aku menyapamu?
Kalau boleh, apakah kau akan membalas sapaan ku?

Lama ku tak dengar kabar tentang mu
Hingga akhirnya aku menerima kabar tentang mu
Yang mengabarkan bahwa kau sudah tidak sendiri lagi
Ah, sialan!

Ah, tapi tak apalah
Setidaknya masih ada sahabat dan langit senja yang menemani
Yang memberitahuku bahwa ini bukan lah akhir dunia
Karena bagi ku, semua akan tetap baik - baik saja,
asal masih bisa berkumpul dan tertawa bersama
Tenang saja