Jumat, 07 Oktober 2016

Tenang Saja

Hei! Kau yang biasa keluar masuk dalam pikiranku tanpa permisi!
Iya! Kau!
Yang selalu hadir dengan tiba - tiba, tanpa pernah bilang terlebih dahulu
Sehingga ku tak bisa menyuguhimu sekedar teh manis hangat dan setoples kue kering 

Kau tahu apa perbedaanmu dengan malam?
Malam itu dingin, sunyi dan sepi, tetapi memberikan ketenangan dan kenyamanan
Kalau kau, hanya dingin dan memberikanku rasa sepi
Lagipula, kau juga tidak bisa kunikmati walaupun sudah dihayati

Namun, kau sama halnya dengan fisika
Sama - sama rumit dan sulit untuk dimengerti!
Berapa KKM agar bisa lulus dalam mata pelajaran mencintaimu?
70? 75? Ah, ketinggian! 
Kurasa juga bila aku dapat tuntas, kau akan tetap mengikut sertakan ku dalam remedial

Bolehkah aku menyapamu?
Kalau boleh, apakah kau akan membalas sapaan ku?

Lama ku tak dengar kabar tentang mu
Hingga akhirnya aku menerima kabar tentang mu
Yang mengabarkan bahwa kau sudah tidak sendiri lagi
Ah, sialan!

Ah, tapi tak apalah
Setidaknya masih ada sahabat dan langit senja yang menemani
Yang memberitahuku bahwa ini bukan lah akhir dunia
Karena bagi ku, semua akan tetap baik - baik saja,
asal masih bisa berkumpul dan tertawa bersama
Tenang saja