Entah aku yang kalah start,
atau memang aku yang datang terlambat
Entah mana yang lebih tepat
Mendadak semua terasa berat,
seolah di luar daya Ku untuk menanggungnya
Bertemankan langit malam, yang kemarin baru saja hujan
Oh, Tuhan, mengapa malam ini tidak hujan?
Hamba butuh teman, dalam tangis hamba yang penuh rintihan
Mungkin memang ini rencanaMu?
Aku tak tahu
Ingin aku tetap mendekatimu, tapi aku ragu
Dikarenakan kamu sudah ada yang punya
Tapi tenang lah, aku hargai keputusanmu itu
Tetaplah disana, sampai tiba waktunya
Mudah-mudahan, kalau memang ditakdirkan, kita bisa bersama
Malam ini, doa itu aku panjatkan, khusus untukmu, wanita yang kumaui
Maaf kalau aku tiba-tiba hilang, bukan mauku untuk begitu
Itu semua semata-mata untuk menghargai pasanganmu saat ini. Ya, saat ini
Saat ini bersamamu, belum tentu di hari-hari esok masih bersamamu juga, bukan?
Tenang saja,
karena itu satu-satunya cara untuk tetap tenang
Iya, kan?
Jangan kuatir
Percayalah, sayang,
selagi kawan-kawan Ku masih berpijak dan ada di dunia ini,
aku akan tetap senang dan bahagia di bumi ini